Surabaya

Salat Idul Fitri 2021 bisa digelar di masjid atau lapangan berdasarkan zonasi PPKM mikro atau kelurahan. Jika zona kelurahan hijau atau kuning, diperbolehkan salat Id dengan protokol kesehatan.

Di Surabaya sendiri, terdapat 13 RT dengan zona merah. Artinya tidak boleh menggelar salat Id di masjid atau lapangan. Sementara untuk RT dengan zona oranye ada 4.

Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara mengatakan, data itu muncul per Senin (10/5). Namun jumlah tersebut dinamis dan bisa berubah setiap saat.

“Selain 13 RT Zona Merah, ada 4 RT dinyatakan masuk zona oranye. Meski tidak dapat melaksanakan salat Id di masjid, namun bisa dilakukan di rumah,” kata Febri kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (11/5/2021).

Febri menegaskan Pemkot Surabaya tidak membatasi ibadah Salat Id. Pihaknya hanya mencegah penyebaran COVID-19. Pasalnya, pada tradisi dan budaya Indonesia setelah Salat Id selalu bersalaman dan berpelukan.

“Misalnya, salaman, pelukan, dan lain sebagainya. Kami mencoba mengimbau dan hadir dengan SE ini agar proses penukaran tidak terjadi. Bukan Salatnya (Yang dibatasi), tapi tradisinya. Keselamatan lebih penting daripada budaya dan tradisi saat ini,” tegasnya.

Febri menjelaskan wilayah dengan zona merah dilarang menjalankan salat Id di masjid atau lapangan. Sementara zona oranye bisa melaksanakan dengan kapasitas 15 persen.

“Untuk wilayah zona hijau bisa dengan 50 persen. Ini sesuai aturan dan surat edaran dari Majelis Ulama Indonesia (MUI),” jelasnya.

Saat lebaran nanti, Pemkot Surabaya akan mengaktifkan petugas di Kampung Wani Jogo Suroboyo. Petugas yang berada di tiap RT diminta untuk menjaga kondusifitas dan penegakan protokol kesehatan tiap masjid yang mengadakan Salat Id.

“Data akan disinkronkan dengan kelurahan. Harapannya untuk saling jaga,” pungkasnya.

Simak video ‘MUI Imbau Silaturahmi Lebaran Virtual-Salat Id di Rumah untuk Zona Merah’:

[Gambas:Video 20detik]

(fat/fat)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments