Banyuwangi

Penerapan PPKM Mikro di Banyuwangi sudah dilakukan selama hampir seminggu. Sebanyak 10.328 RT dan 2.488 RW di Banyuwangi masih masuk zona kuning dan hijau. PPKM Mikro dinilai mampu menekan angka kasus penularan COVID-19 di Kabupaten paling ujung Timur Pulau Jawa ini.

Wakil Ketua I Satgas COVID-19 Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifuddin mengatakan selama 5 hari kegiatan PPKM Mikro di Banyuwangi, penularan COVID-19 di Banyuwangi bisa ditekan.

“Jumlahnya (penularan COVID-19) tidak sampai banyak. Masih puluhan di 1,6 juta warga Banyuwangi. Terus kita optimalkan,” ujarnya kepada detikcom, Minggu (14/2/2021).

Saat ini, kata Arman, ada pengklasifikasian warna zona wilayah penyebaran COVID-19 hingga tingkat RT untuk mempermudah penerapan PPKM. Di Banyuwangi sendiri ada 10.328 RT dan 2.488 RW yang menjadi sasaran penerapan PPKM.

“Rata-rata warna zona untuk RT dan RW masih masuk kategori hijau dan kuning. Sesuai dengan surat Gubernur, penerapan pendisiplinan protokol kesehatan akan diterapkan sesuai dengan klasifikasi warna tersebut,” tambahnya.

Kategori zona itu, kata Arman, jika zona kuning terdapat 1 hingga 5 rumah yang terkonfirmasi positif COVID-19, sementara zona hijau tidak ditemukan adanya COVID-19 di RT atau lingkungan tersebut.

“Kita melaksanakan kordinasi dengan 3 pilar sampai tingkat RT. Untuk zona kuning, berarti ada 1 sampai 5 rumah yang terkonfirmasi positif. Nanti tugas dari 3 pilar sampai tingkat RT ikut melakukan pelacakan kontak erat dan isolasi bagi yang positif,” jelasnya.

Selain itu, Arman juga mengatakan akan kembali mengaktifkan Kampung Tangguh untuk bisa mendukung PPKM. Sebelumnya sudah ada 33 Kampung tangguh yang sudah terbentuk. Rencananya akan dikembangkan lagi 217 kampung tangguh lainnya.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments