Ternate

Gubernur Maluku Utara (Malut) Abdul Gani Kasuba menginstruksikan penerapan secara ketat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro guna mencegah meluasnya penyebaran COVID-19.

“Penerapan secara ketat PPKM berbasis mikro dan mengoptimalkan posko COVID-19 di tingkat desa maupun kelurahan ini untuk mengendalikan COVID-19,” kata Wakil Ketua IV Satgas Penanganan COVID-19 Malut Samsuddin A Kadir di Ternate, seperti dilansir Antara, Senin (21/6/2021).

Dia mengatakan Gubernur Malut Abdul Gani Kasuba menerbitkan Instruksi Gubernur Malut bernomor: 0021-Sek/ST-COVID/MU/2021 terkait PPKM berbasis mikro untuk pengendalian penyebaran COVID-19.

Instruksi tersebut ditujukan bagi seluruh bupati/wali kota agar menetapkan dan mengatur PPKM dari kelurahan/desa hingga RT/RW guna menghindari meningkatnya potensi penularan COVID-19 sesuai kondisi wilayah masing-masing.

Menurut dia, PPKM mikro dilakukan dengan mempertimbangkan zonasi pengendalian wilayah hingga RT sesuai Instruksi Mendagri Nomor 13 Tahun 2021.

PPKM seharusnya melalui instruksi seluruh unsur, dari Ketua RT/RW, Kepala Desa, Satlinmas, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta berbagai elemen di tingkat kelurahan/desa.

Berdasarkan laporan harian COVID-19 melalui Dinas Kesehatan Malut per 19 Juni 2021, kasus COVID-19 di Malut tercatat 4.706 orang, terbanyak di Kota Ternate, yakni 1.411 orang, sedangkan terendah di Kabupaten Pulau Taliabu, yakni 15 orang.

Untuk kasus sembuh COVID-19 sebanyak 4.465 orang, terbanyak di Kota Ternate, yakni 1.357 orang, dan terendah di Kabupaten Taliabu sebanyak 15 orang.

Saat ini kasus aktif COVID-19 di Malut sebanyak 118 orang, terbanyak di Kabupaten Halmahera Selatan 43 orang, disusul Halmahera Utara 30 orang dan Kota Ternate 23 orang, sedangkan Kabupaten Pulau Taliabu tidak ada kasus aktif COVID-19.

(idh/idh)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments