Medan

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi menjelaskan soal adanya instruksi gubernur tentang perpanjangan PPKM mikro yang meniadakan ibadah sementara di masjid untuk kota Medan dan Sibolga. Edy mengatakan ibadah di masjid boleh namun harus taat protokol kesehatan (Prokes).

“Tempat ibadah diperbolehkan sepanjang menerapkan prokes yang ketat. Jika harus ditutup merupakan hasil evaluasi satgas kabupaten/kota masing-masing,” kata Edy di Medan, Rabu (7/7/2021).

Edy mengatakan penyebaran virus Corona atau COVID-19 di Sumut masih terkendali sehingga belum diperlukan menutup rumah ibadah. Jika tidak terkendali, kata Edy, penutupan itu mungkin terjadi sesuai pertimbangan Satgas COVID-19 tingkat Kabupaten/Kota.

“Masih terkendali, kita belum harus menutup tempat-tempat ibadah untuk ibadah rutin, tetapi harus menerapkan prokes dengan ketat. Bila mana dalam perkembangan kemudian Satgas Kabupaten/Kota setelah evaluasi merasa perlu menutup tempat ibadah sementara waktu, itu dilakukan untuk melindungi masyarakat,” ujarnya.

Edy kemudian mengimbau masyarakat Sumut untuk bersedia disuntik vaksin COVID-19. Selain karena sudah diperintahkan negara, kata Edy, vaksinasi juga merupakan langkah paling baik untuk mencegah dan mempersempit penyebaran Covid-19.

“Sehingga dengan penerapan ini, maka harapan kita status Covid-19 di Sumatera Utara, khususnya Kota Medan dan Sibolga masuk ke level yang lebih baik,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Gubsu Edy mengeluarkan instruksi tentang perpanjangan PPKM Mikro di Sumut. Aturan itu tertuang dalam Instruksi Gubsu nomor 188.54/26/INST/2021 bertanggal 5 Juli 2021.

Dalam instruksi itu, salah satu yang diatur adalah peniadaan ibadah di rumah ibadah termasuk masjid dan gereja. Hal itu berlaku di Kota Medan dan Kota Sibolga karena masuk kategori IV penyebaran virus Corona. Aturan ini juga berlaku di wilayah yang masuk ke zona merah dan oranye.

“Pelaksanaan kegiatan ibadah (pada tempat ibadah di Mesjid, Mushola, Gereja, Pura dan Vihara serta tempat ibadah lainnya) ditiadakan untuk sementara waktu sampai dengan wilayah dimaksud dinyatakan aman berdasarkan penetapan Pemerintah Daerah setempat dan lebih mengoptimalkan ibadah di rumah,” tulis isi instruksi poin ke sepuluh huruf g.

Sebagai informasi, Medan dan Sibolga masuk kriteria level IV karena ada lebih 30 orang per 100 ribu penduduk dalam satu minggu dirawat di rumah sakit (RS) karena COVID-19. Kemudian ada lebih dari 5 kasus kematian per 100 ribu penduduk dan lebih dari 150 kasus aktif per 100 ribu penduduk dalam rentang dua minggu.

Lihat juga Video: Bobby Nasution Bersiaga Cegah Varian Corona di Pelabuhan Medan

[Gambas:Video 20detik]

(fas/fas)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments