Vaksin merek Pfizer sudah mendapat izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan POM untuk digunakan sebagai suntikan penguat (booster) vaksin Covid-19. Penggunaan Pfizer sebagai vaksin penguat bisa menimbulkan beberapa efek samping kepada penerimanya.

Penggunaan vaksin Pfizer sebagai penguat bisa dilakukan orang yang telah menerima vaksin 2 dosis merek Sinovac atau AstraZeneca. Nantinya, penerima kedua vaksin ini berhak menerima setengah dosis Pfizer atau setara 0,15 ml.

Meski hanya diberikan setengah dosis, vaksin Pfizer tetap menimbulkan efek samping yang bisa dirasakan penerimanya. Beberapa dampak yang kerap dirasakan adalah sebagai berikut:

– Nyeri pada lokasi suntikan

– Nyeri otot

– Nyeri sendi

– Demam

Penerima vaksin booster wajib berusia 18 tahun ke atas dan sudah melakukan vaksinasi primer lengkap minimal enam bulan sebelumnya. Pemberian vaksin penguat menggunakan Pfizer disebut punya tingkatan nilai titer antibodi netralisir yang mencapai 3,29 kali setelah satu bulan pemberian booster.

Selain Pfizer, pemerintah juga memberikan kombinasi booster lagi bagi masyarakat penerima dua dosis pertama Sinovac dan AstraZeneca. Penerima vaksin dua dosis Sinovac bisa mendapatkan setengah dosis AstraZeneca sebagai penguat.

Kemudian, penerima vaksin primer AstraZeneca bisa mendapatkan setengah dosis Moderna (0,25 ml), setengah dosis Pfizer (0,15 ml), atau satu dosis AstraZeneca (0,5) ml.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, hingga akhir Januari 2022 penerima vaksin penguat atau dosis ketiga di Indonesia sudah mencapai 4.417.154 orang. Jumlah ini setara 2,12% dari sasaran vaksinasi sebanyak 208.265.720 orang.

Pada saat yang sama, vaksin suntikan pertama sudah diberikan sebanyak 184.936.308 dosis (88,80%). Kemudian, vaksin dosis kedua sudah disalurkan sebanyak 128.400.791 dosis (61,65%).

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments