Surabaya

PPKM Mikro diperpanjang hingga 8 Maret 2021. Bagaimana tren kasus COVID-19 selama hampir dua pekan PPKM Mikro di Surabaya?

Wakil Sekretaris Satgas COVID-19 Kota Surabaya, Irvan Widyanto mengatakan, kasus Corona di Kota Pahlawan selama PPKM Mikro cenderung fluktuatif. Di mana penambahan kasus di setiap harinya masih sekitar 50-60.

“Untuk saat ini ada kecenderungan menurun cuma kan kadang fluktuatif gitu,” kata Irvan saat dihubungi detikcom, Minggu (21/2/2021).

Untuk kapasitas ruang ICU RS yang menangani kasus COVID-19 di Surabaya, dari data per 17 Februari 2020 telah terpakai 76 persen untuk warga Kota Pahlawan, dan 24 persen warga luar kota. Data tersebut berdasarkan rata-rata proporsi pemakaian tempat tidur (TT) di Surabaya berdasarkan data kependudukan.

Kapasitas ICU dengan ventilator yang terpakai sudah 130 TT dari ketersediaan 171 TT. ICU non ventilator ada 25 TT terpakai dari ketersediaan 50 TT. Sedangkan ruang isolasi biasa yang sudah terpakai ada 1.512 TT dari ketersediaan 2.425 TT.

Artinya, ruangan ICU dengan ventilator, non ventilator dan ruang isolasi biasa yang telah terpakai ada 1.512 TT, dari total ketersediaan 2.646 TT. Yang belum terpakai ada 1.334 TT.

Berdasarkan hasil evaluasi PPKM Mikro minggu pertama dan minggu kedua, ada penurunan pasien COVID-19 di RS. Seperti penggunaan ruang ICU dengan ventilator, tanpa ventilator dan ruang isolasi biasa.

“ICU dengan ventilator minggu pertama (14/2) ada 71,93 persen, menurun di minggu kedua (17/2) menjadi 70,02 persen. Kemudian ruang ICU tanpa ventilator minggu pertama (14/2) ada 76 persen, menurun di minggu kedua (17/2) menjadi 50 persen. Ruang isolasi biasa di minggu pertama (14/2) ada 59,56 persen, menurun di minggu kedua (17/2) menjadi 55,96 persen,” jelasnya.

Terkait perpanjangan PPKM Mikro, Irvan mengatakan, Surabaya sebenarnya sudah melaksanakan. Sebab, sebelum diterapkannya PPKM Mikro, Surabaya sudah menekan kasus dari hulunya.

“Jadi PPKM Mikro diperpanjang atau pun seperti apa, ini sebetulnya Surabaya sudah melaksanakan. Jadi tidak ada istilahnya, jadi ya memang harus dari dulu kan Surabaya memprioritaskan partisipasi masyarakat untuk penanganan COVID-19. Filosofi mikro kan peningkatan partisipasi masyarakat di skala RT dan RW,” pungkasnya.

(sun/bdh)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments