Mojokerto

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengecek langsung praktik penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro di Kabupaten Mojokerto. Dia menilai, PPKM mikro yang diterapkan di kampung ini patut dicontoh desa lainnya karena sesuai konsep pemerintah pusat.

Pengecekan dilakukan Menko PMK dengan datang langsung ke posko PPKM mikro di kampung tangguh Semeru (KTS) Desa Sidorejo, Kecamatan Jetis. Di awal kedatangannya, Muhadjir mengecek papan struktur organisasi KTS Sidorejo. Selanjutnya, dia mengecek ruang isolasi dan gudang logistik di posko yang menempati kantor Desa Sidorejo tersebut.

Selama pengecekan, Muhadjir didampingi Penjabat Sekda Kabupaten Mojokerto Didik Chusnul Yakin, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto dr Sujatmiko, Kepala Puskesmas Jetis dr Dadang, Kapolsek Ketis Kompol Suharyono, serta Kelapala Desa, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Sidorejo.

Tidak hanya itu, Muhadjir juga sempat berdialog dengan sejumlah tenaga tracer dan tester yang bertugas di lokasi PPKM mikro Desa Sidorejo. Beberapa pertanyaan dia lontarkan kepada mereka. Mulai dari bagaimana cara melakukan tracing, berapa lama waktu untuk karantina, bagaimana pemenuhan kebutuhan hidup warga yang dikarantina, bagaimana perlakukan bagi pasien positif COVID-19 tanpa gejala, dengan gejala ringan dan berat, hingga bagaimana cara melakukan testing.

Muhadjir menilai, PPKM mikro yang diterapkan di Desa Sidorejo sudah bagus. Karena sudah sesuai dengan konsep strategi penanganan COVID-19 skala mikro yang dicetuskan pemerintah pusat.

Seperti yang dijelaskan tenaga tracer Desa Sidorejo, tracing dilakukan bersama perawat, bidan dan satgas di desa setiap ada warga yang positif COVID-19. Para kontak orat langsung dirapid-test. Kontak erat yang reaktif dites swab.

Para pasien COVID-19 mendapat perlakuan berbeda. Bagi yang tergolong orang tanpa gejala (OTG) akan dikarantina di ruangan isolasi yang ada di kantor desa. Pasien dengan gejala ringan dirawat di rumah karantina yang menempati beberapa puskesmas rawat inap. Sedangkan pasien dengan gejala berat dirawat intensif di rumah sakit.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments