Surabaya

Mempertahankan sebuah wilayah agar tetap menjadi zona hijau COVID-19 bukan perkara mudah. Butuh perjuangan dari semua pihak.

Seperti di RW 03 Asem Jajar, Kelurahan Dukuh Tembok, Kecamatan Bubutan yang saat ini jadi zona hijau COVID-19. Ketua RW 03 Asem Jajar, Taufiq Rahmanu mengatakan, di wilayahnya terdapat 12 RT dan pernah ada kasus positif COVID-19. Dengan semangat gotong royong dan peran masyarakat serta tiga pilar kecamatan, mereka pun bangkit menuju zona hijau hingga sekarang. Tiga pilar kecamatan itu mulai dari polsek, kecamatan dan koramil.

“Terus terang di awal kasus pertama, kita di Bulan Mei sampai kemarin Desember 2020, itu ada yang terkonfirmasi. Total mulai Mei sampai Desember sekitar 15 (orang) itu di satu RW,” kata Taufiq kepada detikcom, Selasa (16/2/2021).

Taufiq menambahkan, pada Bulan November 2020, di dua RT di wilayahnya ada klaster keluarga. Kasus tersebut membuat seluruh warga bangkit menuju zona hijau COVID-19.

“Dari situ, kita langsung bangkit kembali melakukan usaha-usaha tersebut. Yang paling ampuh dengan memanfaatkan tokoh masyarakat dan tokoh agama. Omongannya beliau itu sangat dituruti, termasuk kita memanfaatkan pengeras-pengeras suara di masjid dan musala. Termasuk kegiatan-kegiatan ibadah salat Jumat dan lainnya kita sisipi sosialisasi (protokol kesehatan),” ungkap Taufiq.

Taufiq juga mengakui tiga pilar memiliki peran penting dalam hal persuasif. Pihaknya selalu berkoordinasi dengan tiga pilar.

“Memang rutin ada kunjungan di posko kita di balai RW. Terus kemudian ada yang terkonfirmasi, Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa dan Puskesmas sama-sama untuk melakukan tracing dan upaya-upaya, agar penyebaran tidak terlalu luas,” tambahnya.

Dalam mempertahankan wilayahnya untuk tetap menjadi zona hijau COVID-19, Taufiq mengaku mengajak semua elemen masyarakat dan tiga pilar, untuk melakukan sosialisasi di setiap RT. “Kami memberikan arahan-arahan wajib mematuhi protokol kesehatan. Kemudian di setiap RT kami imbau aktif melakukan penyemprotan disinfektan rutin, semua bahan ada di posko,” ungkap Taufiq.

Untuk mempermudah koordinasi dengan masyarakat, Taufiq mengaku memanfaatkan aplikasi dari pemerintah untuk melakukan controlling. Menurutnya sudah tersedia di play store yakni peduli lindungi.

“Namanya peduli lindungi, kita posisinya di situ kan zona hijau. Nah aplikasi ini wajib terutama RT. Karena posisi kita dikelilingi zona merah. Seperti Alun-Alun Contong, Banyu Urip, Bubutan, Sawahan itu zona merah. Makanya masing-masing Ketua RT saya wajibkan instal,” ujar Taufiq.

“Ketika ada orang baru datang kami juga wajib lakukan pendataan, wajib menunjukkan swab antigen. Bila belum memiliki kami sarankan ke Labkesda. Selama belum bisa menunjukkan mohon maaf tidak boleh masuk,” pungkasnya.

(sun/bdh)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments