Pekanbaru

Penambahan kasus COVID-19 di Provinsi Riau menjadi rekor baru selama pandemi. Tambahan 978 kasus baru COVID-19 menjadi catatan buruk.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Riau, dokter Indra Yovi, mengatakan semua instansi telah mengantisipasi peningkatan kasus. Termasuk strategi apabila nantinya diberlakukan PPKM Darurat.

“Ini kasus pertama tertinggi mencapai di atas 900 kasus sehari. Makanya kemarin Senin (12/7) Forkopimda rapat bersama persiapan seandainya mau diberlakukan PPKM Darurat di Riau,” ucap Yovi, Kamis (15/7/2021).

Yovi menyebut peningkatan kasus COVID-19 di Riau terjadi karena pemberlakuan PPKM Mikro saat ini tak efektif. Terutama dalam menahan laju penyebaran COVID-19 yang kini mencapai rekor tertinggi nyaris 1.000 kasus.

“Ini adalah sinyal yang menyampaikan ke kita bahwa PPKM yang ditebalkan ini tak efektif menahan laju kasus di Riau. Maka jangan sampai sudah dinyatakan PPKM Darurat baru kita bergerak,” katanya.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Riau, dokter Indra Yovi (dok Istimewa)Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Riau, dokter Indra Yovi. (dok Istimewa)

Untuk itu, Satgas hari ini menurunkan 60 ambulans untuk menjemput orang yang terpapar COVID-19. Jadi tidak ada orang yang terkonfirmasi positif menjalani isolasi mandiri di rumah.

“Kita mau yang terkonfirmasi positif bisa dipantau, diberi obat dan ditangani. Jadi isolasilah di tempat yang disediakan oleh pemerintah,” kata Yovi.

Sementara itu, Kasi Promkes Dinas Kesehatan Riau, Rozita, menyebut penerapan protokol kesehatan (prokes) ketat menjadi kunci dalam menekan laju penyebaran virus COVID-19. Sayangnya, belum semua warga Riau menerapkan prokes ketat.

“Belum semua sadar untuk menerapkan protokol kesehatan dengan benar. Jadi masih banyak yang abai prokes sampai akhirnya lalai dan terpapar,” kata Rozita.

Rozita mengatakan ada titik lemah atau kelengahan masyarakat yang akhirnya menularkan virus COVID-19. Salah satunya makan bersama membuka masker, foto bersama tanpa masker, dan terlalu percaya diri tidak akan terpapar COVID-19.

“Kita harus waspadai titik lemah. Bisa saja di rumah, ada keluarga datang berkumpul. Makan sama teman dan keluarga tidak serumah buka masker, ada orang asing datang, menghadiri arisan, foto bersama membuka masker, biar hasilnya bagus buka masker. Ini tidak kita sadari, seolah-olah kita tidak bisa kena padahal saat lengah itulah kita terpapar,” kata Rozita.

Dalam catatan Dinas Kesehatan Provinsi Riau, ada penambahan kasus COVID-19 pada Rabu (14/7). Ini merupakan kasus tertinggi karena telah mencapai 978 kasus terkonfirmasi COVID-19.

Dari penambahan itu, total terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 78.392 kasus. Rinciannya ada 5.219 isolasi mandiri, 931 rawat di rumah sakit, 70.143 sembuh, dan 2.099 meninggal dunia.

(ras/jbr)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments