Efektivitas vaksin Pfizer-BioNTech melawan infeksi Covid-19 turun menjadi 47% setelah enam bulan suntikan dosis kedua. Ini adalah studi observasional yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah The Lancet tetapi belum ditinjau rekan sejawat.
Meski efektivitas menurun, perlindungan yang diberikan vaksin Pfizer terhadap rawat inap Covid-19 tetap 90% untuk semua varian yang menjadi perhatian, termasuk varian Delta. Penelitian ini sendiri didanai oleh Pfizer.

Temuan ini sendiri mengkonfirmasi laporan awal dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat dan dinas kesehatan Israel yang menemukan perlindungan terhadap infeksi turun dalam beberapa bulan.

“Perlindungan yang diberikan terhadap infeksi [Covid-19] memang menurun dalam beberapa bulan setelah dosis kedua,” tulis Sara Tartof, ahli epidemiologi Kaiser Parmanente dan Penulis utama studi tersebut, seperti dihimpun dari CNBC International, Selasa (5/10/2021).

Temuan ini didasarkan pada catatan kesehatan elektronik 3,4 juta warga dari sistem kesehatan Kaiser Permanente Southern California (AS) pada periode 4 Desember hingga 8 Agustus.

Selama masa studi itu proporsi kasus positif Covid-19 yang dikaitkan dengan varian Delta meningkat dari 0,6% pada April menjadi 87% pada Juli 2021.

Para peneliti menemukan efektivitas vaksin Pfizer terhadap infeksi varian delta adalah 93% sebulan setelah dosis kedua dan turun menjadi 53% empat bulan kemudian. Sebagai perbandingan, efektivitas terhadap varian non-delta lainnya adalah 97% setelah satu bulan dan menurun menjadi 67% setelah empat bulan, menurut penelitian.

Efektivitas terhadap rawat inap terkait delta tetap tinggi pada 93% selama masa studi, kata para peneliti.

Penurunan kemanjuran untuk infeksi “kemungkinan besar karena memudarnya [efektivitas vaksin] dan tidak disebabkan oleh delta atau varian lain yang lolos dari perlindungan vaksin,” kata kepala petugas medis untuk vaksin Pfizer Dr. Luis Jodar.

“Analisis spesifik varian kami dengan jelas menunjukkan bahwa vaksin BNT162b2 efektif terhadap semua varian yang menjadi perhatian saat ini, termasuk delta,” terang Sara Tartof.

Studi ini memunculkan kembali wacana perlu suntikan vaksin dosis ketiga atau booster bagi warga yang sudah disuntik vaksin.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments