JakartaSatgas Penanganan COVID-19 mengungkapkan adanya penurunan jumlah kasus aktif virus Corona. Satgas menyebut kasus aktif COVID-19 menurun 16 persen sejak mengalami peningkatan tajam pada minggu kedua Februari 2021.

“Setelah mengalami peningkatan tajam sejak minggu kedua Februari hingga saat ini, kasus aktif mengalami penurunan yang signifikan, atau turun sebesar 16 persen sejak minggu puncak dan pelaksanaan PPKM yang telah berlangsung sejak 11 Januari memberikan dampak pada kasus aktif yang menurun di minggu kedua Februari atau jeda 5 minggu sejak pelaksanaan PPKM,” kata juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito dalam jumpa pers yang disiarkan di kanal YouTube Setpres, Selasa (9/3/2021).

Wiku menjelaskan dampak positif dari pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) tidak bisa langsung dirasakan seminggu setelah diterapkan. Menurutnya, dampak positif PPKM terhadap penurunan kasus aktif baru bisa dilihat setelah 5 minggu penerapan PPKM.

“Ini membutuhkan waktu lebih lama daripada pembelajaran yang pernah saya sampaikan terkait PSBB DKI Jakarta bahwa dampak positif dari intervensi kebijakan baru ini akan terlihat setelah 4 minggu intervensi berlangsung pada penambahan kasus positif, namun 5 minggu untuk kasus aktif,” jelasnya.

Lebih lanjut, Wiku menuturkan PPKM mikro yang saat ini sedang diterapkan membantu dalam menurunkan jumlah kasus aktif COVID-19. Pendirian posko, yang merupakan salah satu kebijakan dalam PPKM mikro, disebut berperan penting dalam mengidentifikasi masyarakat yang terpapar Corona.

“PPKM mikro memiliki peran yang penting dalam membantu penurunan kasus aktif di masyarakat, khususnya melalui posko yang ada di desa atau kelurahan, dan posko ini berperan dalam mengidentifikasi masyarakat yang terjangkit COVID-19 dan segera berkoordinasi fasilitas kesehatan untuk memberikan penanganan yang sesuai dengan standar, sehingga mereka dapat segera sembuh. Semakin efektif peran dari posko, kasus aktif dapat terus diturunkan, sehingga pandemi dapat dikendalikan dengan efektif dan tepat sasaran,” papar Wiku.

Seperti diketahui, dalam upaya mengendalikan pandemi Corona di Indonesia pemerintah telah melaksanakan program vaksinasi. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin optimistis target vaksin COVID-19 1,5 juta orang per hari tercapai pada Juli.

“Nanti bulan Juli itu yang berat, saya kira mungkin butuh 1,5 juta suntikan per hari. Bisa apa nggak? Ya tugas saya untuk harus kerja keras agar memastikan itu bisa,” kata Budi Sadikin kepada wartawan di Lippo Mall Puri Kembangan, Jakarta Barat, Selasa (9/3).

Simak juga Video: Angka Kasus Harian Covid-19 di DKI Menurun, Apa Penyebabnya?

[Gambas:Video 20detik]

(zak/jbr)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments