Surabaya

Satgas COVID-19 mengungkapkan rencana pemerintah merevisi aturan PPKM Mikro. Salah satunya mengurangi jam operasional mal, sehingga hanya sampai pukul 17.00 WIB.

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jatim, Sutandi Purnomosidi meminta pemerintah lebih bijak dalam penerapan aturan tersebut. Bukan dipukul rata seluruh daerah.

“Begini, sekarang ini selalu kembali prioritas kesehatan, ekonomi harus seimbang. Kalau di daerah zona merah atau hitam gapapa lakukan saja, jangan pukul rata. Kalau zona kuning, hijau, oranye, ya jangan. Sama saja membunuh ekonomi,” ujar Sutandi kepada detikcom, Selasa (29/6/2021).

Sutandi menjelaskan, pengusaha sudah susah payah untuk bangkit. Jika kebijakan operasional mal tutup jam 5 sore diterapkan di seluruh daerah, maka lebih baik mal ditutup.

“Kita setengah mati buat bangkit. Kalau pukul rata dan tidak lihat kondisi daerah sangat merugikan. Kita pengusaha jelas keberatan. Dari kemarin kita patuh, langsung kita tutup jam 8 malam, itu masih oke lah. Kebijakan yang membuat mal tutup jam 5 sore, ya dibunuh aja mal-nya. Mending tutup aja lah, gak boleh dine in dan lainnya. Kalau buka sampai jam segitu, pengusaha jelas rugi, mending tutup aja,” tegasnya.

Menurut Sutandi, pemangkasan jam operasional mal yang tutup pukul 8 malam sudah membuat rugi pengusaha. Pada hari pertama penerapan, ia menyebut okupansi pengunjung mal langsung merosot 50 persen dibanding saat tutup jam 10 malam.

Bahkan, saat ada kabar pemerintah membuat kebijakan mal tutup jam 5 sore, banyak pengunjung resah. Ia berharap, pemerintah lebih bijak dalam menerapkan aturan terkait operasional mal tutup jam 5 sore.

“Dilontarkan tutup jam 5, sebenarnya bikin keresahan di masyarakat. Harusnya dipilih kalau di Jakarta saja ya silakan, karena kasus di sana 10 ribu sehari. Kalau masih hijau, kuning, oranye jangan lah diterapkan sama. Okupansi yang awalnya sudah bagus, recovery sudah cepat, momentum Lebaran, gini turun langsung, bahkan tutup jam 8 malam saja sudah anjlok. Pengusaha makin sulit bangkit,” beber Direktur Marketing Pakuwon Group ini.

(sun/bdh)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments