Beranda » Dari Kapal Pesiar ke Pesawat, WHO Waspadai Penyebaran Hantavirus

Dari Kapal Pesiar ke Pesawat, WHO Waspadai Penyebaran Hantavirus

by Geralda talitha
hantavirus di kapal pesiar

Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) saat ini tengah melakukan pelacakan terhadap kemungkinan penyebaran wabah hantavirus yang melibatkan perjalanan udara. Langkah ini diambil setelah adanya laporan kematian seorang penumpang kapal pesiar yang diduga terinfeksi virus tersebut dan sempat melakukan perjalanan menggunakan pesawat menuju Johannesburg, Afrika Selatan.

Kasus ini berkaitan dengan kapal pesiar MV Hondius yang sebelumnya dilaporkan mengalami wabah hantavirus di tengah pelayaran. Kapal tersebut mengangkut 147 orang dari 23 negara dan sedang menempuh rute dari Ushuaia, Argentina, menuju Cape Verde ketika sejumlah kasus mulai teridentifikasi. Salah satu korban meninggal dunia akibat infeksi tersebut, memicu kewaspadaan otoritas kesehatan internasional.

Perhatian kemudian tertuju pada seorang penumpang perempuan asal Belanda yang merupakan istri dari korban meninggal. Ia diketahui turun dari kapal di Pulau Saint Helena pada 24 April setelah mengalami gejala gangguan pencernaan. Meski kondisinya belum stabil, ia tetap melanjutkan perjalanan dengan penerbangan menuju Johannesburg keesokan harinya.

Maskapai Airlink mengonfirmasi bahwa penerbangan pada 25 April tersebut membawa total 82 penumpang dan enam awak kabin. Selama perjalanan, kondisi kesehatan perempuan tersebut dilaporkan semakin menurun. WHO dalam keterangannya menyebut bahwa kondisinya memburuk saat penerbangan berlangsung.

Setibanya di Johannesburg pada 26 April, perempuan tersebut langsung dilarikan ke rumah sakit dan mendapatkan penanganan di unit gawat darurat. Namun, nyawanya tidak dapat diselamatkan. Untuk memastikan penyebab kematian, dilakukan pemeriksaan lanjutan yang dimulai pada 4 Mei. Hasil uji laboratorium kemudian mengonfirmasi bahwa ia positif terinfeksi hantavirus.

Menanggapi situasi ini, WHO segera melakukan pelacakan kontak terhadap seluruh individu yang berada dalam penerbangan tersebut. Langkah ini penting untuk mengidentifikasi kemungkinan paparan dan mencegah penyebaran lebih lanjut. Otoritas kesehatan Afrika Selatan juga telah meminta pihak maskapai untuk menghubungi para penumpang dan mengimbau mereka agar segera melapor ke layanan kesehatan jika mengalami gejala.

Hantavirus merupakan penyakit yang umumnya ditularkan melalui kontak dengan urine, kotoran, atau air liur hewan pengerat yang terinfeksi. Meski demikian, WHO tidak menutup kemungkinan adanya penularan antarmanusia dalam kondisi tertentu, sehingga investigasi dilakukan secara menyeluruh, termasuk pada jalur transportasi udara.

Kasus ini menunjukkan bahwa mobilitas global, baik melalui kapal pesiar maupun penerbangan internasional, dapat menjadi faktor yang mempercepat penyebaran penyakit menular. Oleh karena itu, pengawasan yang ketat serta respons cepat dari otoritas kesehatan menjadi sangat penting dalam meminimalkan risiko penyebaran lintas negara.

WHO menegaskan komitmennya untuk terus memantau perkembangan situasi ini dan bekerja sama dengan berbagai pihak guna memastikan langkah pencegahan berjalan optimal. Masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada, menjaga kebersihan, serta segera memeriksakan diri jika mengalami gejala yang mengarah pada infeksi.

related posts

Leave a Comment