AmanImanImun.com – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyatakan keyakinannya dapat meningkatkan cakupan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) hingga mencapai 46 persen pada tahun 2026. Optimisme tersebut disampaikan setelah dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program CKG sepanjang 2025 yang berhasil menjangkau 70,8 juta penduduk atau sekitar 24,9 persen dari total populasi Indonesia.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menjelaskan bahwa target baru tersebut mencakup seluruh kelompok usia, mulai dari bayi baru lahir hingga lanjut usia. Menurutnya, capaian pada tahun pertama pelaksanaan CKG merupakan tonggak penting dalam sistem kesehatan nasional karena untuk pertama kalinya pemerintah menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang bersifat universal dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
Dalam proses evaluasi, Kemenkes melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk kementerian dan lembaga terkait, akademisi, serta mitra pembangunan. Dari hasil evaluasi tersebut, teridentifikasi sejumlah tantangan utama yang menyebabkan target awal belum tercapai secara optimal. Salah satu kendala yang menonjol adalah masih terbatasnya pemahaman masyarakat mengenai manfaat dan mekanisme Program CKG.
Selain itu, tingkat komitmen pemerintah daerah dalam pelaksanaan program ini belum merata. Kondisi tersebut berdampak pada capaian di beberapa wilayah yang masih berada di bawah angka 80 persen. Pelaksanaan CKG juga dinilai masih terpusat di puskesmas, sehingga belum sepenuhnya menjangkau masyarakat yang jarang atau tidak pernah mengakses layanan kesehatan di fasilitas tersebut.
Tantangan lainnya berkaitan dengan ketersediaan sarana pendukung, seperti alat kesehatan, bahan medis habis pakai, serta distribusi tenaga kesehatan yang belum merata. Akibatnya, tidak semua puskesmas mampu memberikan layanan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh. Di sisi lain, sistem pencatatan dan pelaporan hasil CKG juga belum terintegrasi dengan baik, sehingga memperlambat proses pemantauan capaian program.
Untuk menjawab berbagai tantangan tersebut, Kemenkes menyiapkan sejumlah strategi guna memastikan target 2026 dapat tercapai. Upaya yang akan dilakukan antara lain memperluas sosialisasi Program CKG secara masif dan berkelanjutan, serta mengembangkan layanan pemeriksaan kesehatan di luar gedung puskesmas, seperti melalui puskesmas pembantu dan posyandu.
Kemenkes juga berencana memperluas pelaksanaan CKG ke fasilitas kesehatan tingkat pertama selain puskesmas, termasuk di lingkungan kementerian dan lembaga, perkantoran, tempat kerja, hingga komunitas masyarakat. Selain pemeriksaan, penguatan tata laksana tindak lanjut hasil CKG menjadi fokus utama agar temuan faktor risiko dapat segera ditangani.
Sesuai dengan mandat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Rencana Strategis Kemenkes, target rinci CKG mencakup 60 persen kabupaten/kota dengan cakupan di atas 80 persen, pemeriksaan 70 persen bayi baru lahir, 55 persen balita dan anak prasekolah, 35 persen anak usia sekolah dan remaja, 45 persen penduduk usia dewasa, serta 55 persen kelompok lanjut usia.
Aji menambahkan bahwa data hasil CKG akan dimanfaatkan sebagai dasar perencanaan program kesehatan di seluruh tingkatan pelayanan. Kebijakan yang diterapkan berfokus pada penguatan layanan promotif dan preventif berbasis faktor risiko, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, pemenuhan sarana prasarana, serta kolaborasi lintas sektor.
Untuk menjamin keberlanjutan layanan, Kemenkes juga menyusun tata laksana CKG yang terintegrasi dengan BPJS Kesehatan. Dengan demikian, peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dapat memperoleh layanan lanjutan tanpa hambatan pembiayaan. Selain itu, penguatan sistem informasi dan pemantauan bersama pemerintah daerah terus dilakukan guna memastikan masyarakat mendapatkan penanganan dini yang tepat dan berkesinambungan.
